Showing posts with label story of my live. Show all posts
Showing posts with label story of my live. Show all posts

Masih Sama

Lama sekali tidak menulis, kangen rasanya merusuhi blog-ku ini. Banyak cerita yang ingin aku tulis namun berbagai pikiran menghalangiku. Tapi ada satu hal yang pasti, aku masih sebodoh dulu.

Ingin belajar lagi dari awal, memulai kisah baru dan belajar sari masa lalu. Tentang hidup dan sosial ataupun hal lain. Sudah 2 tahun lamanya aku menutup diri, melewatkan beribu kesempatan dan hal baik. Membohongi diri sendiri hingga tak terasa dan mulai nyaman dengan keadaan yang tak semestinya ini.

Hati, siapa yang tahu... Begitulah biasanya orang akan berkata. Namun saya tak setuju, karna kata adalah jawabanya. Dengan kata kita bisa menjelaskan isinya, namun kejujuran adalah kuncinya. Pelajaran berharga itu kudapat selama 2 tahun ini. Kebohonganku pada diri sendiri ataupun kebohongan di sekitarku. Aku semakin tak mengerti jika harus menyimpulkannya, apalagi mengungkapnya. Walaupun fakta terlihat namun selalu meleset dengan perkiraan. Sekali lagi terjemahan hati yang tanpa kunci yang bernama kejujuranlah kuncinya.

Dan satu lagi, yaitu belajar menerima. Tuhan selalu punya rencana untuk kita, sejauh apapun aku meninggalkam-NYA selalu akan ada teguran padaku. Dalam berbagai bentuk dan berbagai jalan. Salah satunya jalan hidup. Karena kita telah memiliki garis hidup sendiri, namun kadang lupa dan memaksakan jalan. Ada yang berhasil mamun aku adalah yang tidak.

Biarpun begiru aku masih berharap DIA masih menyayangiku dengan rizqinya. Dan terus menyayangiku dalam berbagai cara... Kuharap ada jalan kejujuran yang menyertainya dan ada daya untuk menerima hasilnya. Dalam hal apapun hidup, kesehatan, rejeki, cinta  apapun itu....

jalanku kan lebih baik.

Terjabak Masa Laluku

Mungkin hal ini memang benar adanya, semenjak semua berjalan sejauh ini. lama aku tak memikirkan segalanya dengan cara menulis, hal yang paling aku sukai. banyak yang berubah di waktu saat ini jalan, waktu, pagi, kalian, bahkan rasa ini. Namun satuhal yang masih sama yaitu aku. aku bodoh dan masih saja terjebak di dunia fanaku yang suram. tak ada gunanya menangis karna aku sudah benar-benar banyak kehilangan... meskipun aku masih memiliki sisa-sisa dari diriku...ya tubuhku ini saja.

banyak yang berubah, kursi yang dulunya penuh sekarang mereka satu persatu pergi, tinggal aku sendiri kedinginan sepagi ini dengan semua racun malam ini. tanpa kusadari sampai detik ini akhirnya aku sadar satupersatu mereka pergi menemukan dunia dan tujuan mereka masing-masing dengan semangat mereka yang ada. sedih memang memandang mereka pergi tapi hidup memang berubah oleh karena itu aku merasa aku yang masih tak bergerak dari kursi dingin ini.

bagaikan dunia yang tak aku kenal aku berusaha kembali ke tempat-tempat biasa aku bersama mereka namun semua sudah berubah, kota itu, tawa itu, tempat kami biasa bergurau, sekolah itu, dan mereka pun sudah tak lagi sama. namun baru kusadari aku yang masih sama ini terlalu bodoh untuk mengerti akan kebutuhan akan perubahan itu, itu natural dan alami.

seperti halaman buku yang biasa kubaca, setiap cerita memiliki akhir dengan alur yang mereka miliki masing-masing. apakah ini yang di sebut sebuah cerita. aku ingin menangis sekeras kerasnya namun aku ini bukan anak kecil yang pantas menangis

Saatnya aku juga pergi. Ini jalanku aku kan berjalan sendiri sampai kutemukan naungan nanti. Dan kita semua akan bertemu suatu saat di suatu jalan, dan kita akan bersama lagi. Semoga jalan itu lebih baik.

Kuharap kalian bisa selalu tertawa menertawakan hidup seperti yang kita lakukan bersama dulu. Agar kita ingat sertiap senyum maupun pertikaian hanyalah kisah. Dan apapaun yang terjadi nanti ingatlah, kita pernah tersenyum bersama di tempat itu.

-friend forever

LANGKAH KAKI

Ah lama juga gak coret-coret di sini, hampir lupa kapan terakhir posting. Banyak yang terjadi tapi banyak juga yang terlewatkan, akhirnya aku gagal lulus tahun lalu, dan sepertinya ada kemungkinan tahun ini juga gak lulus. Meski begitu aku masih bersyukur bisa nulis di sini..hehehe. Sebenrnya gak terlalu penting juga nulis di sini, tidak ada yang membaca dan peduli mungkin. Seraya memanfaatkan word wide web paling tidak ini bisa aku simpan di drive mereka, jaminan tak akan hilangnya lebih baik. :v


Banyak yang berubah, teman baru suasana baru , dan juga hari yang baru. baru saja sadar jika sekarang bukan masa untuk bersantai-santai lagi semua sudah mulai serius kembali ke kehidupan awal. tugas kita sudah berubah menjadi penerus generasi ini.  ibuku juga berkata kalau beliau sudah tua, suatu saat pasti tiba giliranku untuk menggantikannya. Agak menyesal sekarang, dulu aku bukan orang yang agresif akan sesuatu sehingga aku menjadi seperti ini, alias begini saja. Namun walau seperti ini aku masih punya sedikit impian, mungkin ini yg tersisa dari keinginanku. Cinta menjadi sesuatu yang aku kesampingkan...(ah kenapa bahas ini?).... seperti yang kupelajari bunuh saja cinta ini sampai aku bisa berdiri lagi. Masih belum punya apapun untuk kujanjikan pada seseorang, bersabar dulu untuk hal ini walaupun sadar sudah terlalu tua untuk hal ini. Tuntutan menghantuiku ...NO (just kidding)

Empat Tahun yang Berlalu



Sudah 4 tahun berlalu, semua kisah yang terjadi kini memasuki tahap akhir. Semuanya akan menentukan jalan masing-masing dan akan menempuh cerita baru lagi. Pengalaman yang sangat berharga, semua kesempatan ini bagaikan anugrah bagi saya. Alangkah beruntungnya saya bisa bersama kalian, tersenyum, menangis, berjuang dan melalui semuanya bersama. 

Tapi maaf aku belum bisa bersama kalian kali ini, berdiri di panggung yang sama, dalam suasana suka cita. Esok adalah hari yang yang indah, Tuhan memberikan anugrahnya pada kalian pada esok hari. Hari kelulusan yang sebagai tanda perpisahan kita di kampus. 

Aku harap ini bukan akhir dari persahabatan kita, mengingat semua yang kita lalui dahulu. Mungkin juga aku tak berlebihan jika menyebut semua ini adalah sebua "harta berharga." Hari yang kulalui bersama kalian seakan baru terasa kemarin.. banyak...banyak...banyak hal yang terjadi yang begitu terkenang. Hari saat kita bertemu pertama di Ujian wawancara kampus dulu, pre-ospek yang canggung , kemudian ospek yang memalukan tapi sangat seru yang tak akan kita pernah lupakan kawan. Dimulai saat itu kita adalah kawan seperjuangan, sama-sama mengejar sebuah tujuan yang sama yaitu belajar. Belajar dari apaun yang akan kita temui, memulai mengenal dan mencari pengalaman. Hingga akhirnya sekarang kalian akan menuai hasil usaha kalian... sebentar lagi kalian akan memdapatkan buahnya.

Jujur aku sedih karena aku tak bisa menemani kalian, aku masih belum berhasil.. tapi aku tak menyerah kawan. Aku sangat beruntung banyak yang menghibur dan mendukungku kali ini, semoga semuanya menjadi berarti. Aku akan menyusul di kesempatan selanjutnya kawan. Terimakasih atas dukungan kalian . . . 

kata-kata di atas sungguh memberikan motivasi ... 

Mungkin aku akan kangen semuanya, teman-teman semua di kampus. kangen Nafi yang selalu aku buat repot tapi selalu membantuku, kangen tertawanya Iva yg selalu tertawa jika melihatku, kangen Winda yang sok tau, kangen Kusno yang sangat dewasa dengan nasehat-nasehatnya, kangen Kepala suku Leo, kangen Sami yang rempong, Kangen susi yang selalu pantang menyerah, Kangen Dwi yang selalu membantuku, Kangen mbak Diah yang selalu katrok, kangen ninis yang suka mengejek,kangen Iren yang suka kucing..bahkan kangen "Anik" orang yang ..............sudahlah. 

Canda tawa serta usaha semuanya sangat berarti buatku, di tempat dan waktu yang sama kita saling berbagi cerita, kesan dan segalanya.... bahkan saat kita kehilangan Almarhum ketua kelas kita.... atau saat kita kehilangan satu persatu teman kita yang berhenti di tengah jalan putus kuliah. tapi aku akan tetap menyebut semua itu sebagai "harta" berhaga.

tak terhitung semuanya sangat banyak, semuanya sangat berarti ,semuanya sangat tak ingin aku lupakan... semoga kalian semua sukses dan berhasil dengan semua mimpi kalian. hiduplah... dan jadilah teman yang selalu kuingat atas semua yang pernah ku jalani bersama kalian. 

pada akhirnya kata "Terimakasih" yang menjadi penutup.. 

aku sungguh bersyukur bertemu kalian kawan.

HARI YANG TERUS BERJALAN SEMENTARA AKU TERTINGGAL



Selamat malam aku ucapkan, banyak sekali yang ingin saya tulis akhir2 ini kawan tapi entah kenapa aku seperti takut akan banyak hal. Rasa ini datang malah di saat seperti ini, aku jatuh di lembah yang paling dalam di hidupku. Aku benar2 gagal sebagai manusia kali ini. Perjalanan ini seperti sia2 saja rasanya. Akankah semua ini selalu terjadi di tiap persimpangan hidupku ini?
Ya skripsiku kali ini mangkrak, sementara kawan2ku  seangkatan sudah mulai mengajukan proposal 1, 2, bahkan 3 tetapi aku masih di sini di sudut kamarku. Meratapi kepedihn dalam kegelapan malamku yang peka dan sangat kelam akankah aku menjadi seorang pecundang di dalam rasa takutku sediri ini? Jawabanya seperti mendekati “iya” memang jika aku lanjutkan semua ini.
Aku merasa hilang arah tak tahu tujuan dan serasa gelap di mataku ini, tanpa siapapun disisiku untuk kupercayai ataupun kuperjuangkan, maafkan aku ibuku aku selalu saja seperti ini aku selalu saja merusak semua harapan. Aku menangis tak berdaya masih di sini di sudut kamarku yang gelap. Regretting all my weakness. I completely lost and nothing I can do right now!

Semua jauh meninggalkanku, anik yang sudah jauh sangat jauh sekali. Irna yang semakin tinggi di langit sana seseorang yang sangat ingin kugapai, tapi apa daya irna adalah bidadari yang jauh tinggi aku adalah katak yang kotor dan berlumuran lumpur dosa dan kesalahan, tak mampu melompat bahkan sebuah dinding selokan sekalipun bagaimana aku bisa terbang kelangit?

Semua harapan dan keinginanku seakan mati menjauh ketika hari itu, sore itu. Ketika sepucuk sms masuk di hapeku dan kubaca. Sebuah isi pesan yang singkat dan tak akan kulupankan darinya. Dia mengembalikan semua yang kuberikan padanya, semua harapan yang tersemayam seakan aku mencoba mengingat semua usahaku itu, namun hilang. Pada akhirnya terbuang dan seperti harapanku juga yang ia buang tepat di depan mataku. Selama hiduoku hanya 3 kali aku menyesali semua hal dan kecewa. Pertama ketika orang tuaku berpisah, kedua ketika aku meninggalkan blora dan semua kenangan dan harapan di kota mati itu, dan yang terakhir adalah ketika engkau membuang harapanku harapan ku yang besar dan terakhir. Di setiap kekecewaan itu aku bangkit an apa yang kudapat adalah hal yang semakin tak baik. Sampai saat ini aku hilang dan tak tahu siapa aku?

Bagaimana aku bias hidup tanpa seorang yang kusayangi, sementara waktu ini terus berlalu begitu juga dengan kisahku, halaman2 tetap terbalik halaman yang sudah terbakar hitam seperti hatiku yang sakit ini. Luka luar memang mengerikan dan sakit tapi seiring waktu akan sembuh apalagi jika terawat dengan baik maka akan sembuh lebih cepat, sedangkan luka hati ada di dalam memang tak terlihat tetapi sangat sakit, obatnya hanya bisa kita dapat dari orang lain. Bukan pada orang yang mengharapkan kita tapi yang kita harapkan, hanya terhadap seseorang itu. Sakit sekali hatiku, sejak dulu hingga sekarang aku selalu sedih etiap kali kuingat, mengganjal di sini di sudut hati tak mau pergi. Seberapakalipun aku membuangnya selalu kembali lagi mengganjal bagaikan kanker yang menggerogoti tubuh.

Semua yang ada di hidupku sudah rusak, tubuh ataupun jiwa. Aku tak tahu lagi apa aku pantas hidup?? Aku bosan

Andaikan ada yang bias menyembuhkan lukaku ini???

RAMALAN YANG MENJADI NYATA (ATAU HANYA KEBETULAN)


Akhirnya UAS selesai dengan tidak cantik, karena harus mikir skripsi yang bikin kepala lebih pusing lagi. alhamdulillah sehat sekali akhir2 ini cuma ada beberapa hal yang patut tak di anggap baik. seperti kebutuhan yang semakin meningkat, mulai dari sembako sampai kebutuhan yang paling gak penting seperti ngopi. atau juga sebuah nyanyian jiwa tanda dari kehancuran, (halah) bukan separah itu tetapi kata2 yang terlontar padaku beberapa hari yang lalu dari orang yang aku suka (gebetan) sangatlah membuatku terpukul. bagaimana tidak, aku lagi2 membuat salah kepadanya dan itu karena sifat ngawur yang menjadi watak abadi buruk yang sering aku lakukan. aku benar2 habis kali ini. maaf ya ID, hanya kata maaf yang terlontar dari mulut pendosa ini. baka putra... bisakan dosa benar2 termaafkan??? itu pertanyaan yg menging di kepalaku.

banyak yang terpikir di kepala ku yang kosong ini, ibarat kelapa hanya batoknya saja. dari hal kecil seperti apakah motorku akan selip jika roda depanya lebih besar. karena aku salah ambil roda waktu mengganti kemarin. sampai masalah apakah aku harus melupakan AL?

Setelah sekian lama di sela-sela tugas kuliah yang menumpuk

Selamat siang teman2 (kalo ada yang baca)
Sudah lama saya gak curhat di blog ini ... apalagi akhir2 ini sering sekali sakit yang berupa-rupa menghantam saya. mungkin gaya hidup yang di katakan teman2 seperti kampret ini yang membuat saya mudah sakit. oke selain yang itu tadi ada beberapa hal yang agak ganggu kalo di tanya soal kerja-an oleh teman2 terdekat atau siapa saja..selalu saja ngenes jawabanya. halah hem. ....

STORY SO FAR

agak lama juga nulis diary depresiku, hahaha jadi kayak lau ya...

duahal yang buat aku sedih saat orang yang ku sayangi tak memperdulikanku dan ketika aku hilang arah atas tujuan hidupku.

jika ku gabungkan keduanya akan menjadi sebab akibat ketika aku merasa sepi maka akan muncul rasa tidak percaya diri dan menyerah.

Selalu saja akan muncul berbagai rasa dalam setiap bait dan chapter hidup ini, lagi pula aku juga tak tahu harus bagaimana menanti esok. karna hari esok itu seperti misteri, setiap bagianya akan menciptakan kemungkinan walau sekecil apapun. pilihan sekecil apapun selalu berimbas dalam hidup ini, aku sangat percaya itu. Dan sebagai manusia aku selalu saja terjebak di pilihan salah berkali-kali, membuat frustasi dan hancur pada akhirnya

Banyak sekali yang terjadi dalam 2 bulan ini, hal luar biasa terjadi di hidupku. lagi-lagi aku harus kehilangan sahabat "mohammad zainudin. serasa hampir tidak percaya dalam hal ini karena dia pergi begitu cepat, serperti kawanku dwi ariyanto dulu. sepertinya dengan hal seperti ini tuhan selalu mengingatkan umatnya agar selalu bertaqwa, sebab manusia tak pernah tau tutup usianya. pelajaran yang sangat berharga..akan tetapi senagai manusia selalu saja kita menyepelekanya...

selain itu juga banyak yang terjadi, KKN kali ini serasa sangat menyebalkan akan tetapi juga ada hal-hal baru pengalaman baru teman baru. seperti ada yang kurindukan, tetapi ada pula yang bisa menghapus rindu itu dengan indu baru. suara yang sering ingin kudengarkan selalu meskipun serasa tak dia hiraukan... nggih, kata itu sangat membuat hati ini kangen. sampai aku terbuai dengan semua hal tentangnya. tapi kupikir aku juga tak tahu apakah dia akan membuka sedikit saja hati untukku, semoga

seperti juga akhir hari raya kontrakan sudah mencapai batas waktunya dan harus pindah. menyisakan semua kenangan, beribu-ribu kenangan dengan orang-orang tersayang, sahabat, dan semua kenangan itu. memang semestinya harus membuat hal baru, agar tak selalu terjebak di kenangan masa lalu. semuanya berjalan dan berputar seperti roda waktu yang sangat besar. ada masa-masa yang berharga dimana kita seharusnya sangat menghargai semua itu, karna akan menjadi cerita yang kita rindukn di masa yang akan datang.

kini yang menjadi bebanku tak lagi cerita cinta yang selalu tiada harapan, saat aku menaruh harapanku selalu tumpuan harapan enggan menumpunya, ya aku memang tak sepantas itu untuk memberi harapan ataupun janji. selalu hal tentangnya membuatku takut, tiap serpih yang mengingatkanya selalu membuatku ingat dan tersentak lemas. pedih memang rasanya akan tetapi bawah sadarku selalu saja menipuku, ah sudahlah kupikir kali ini mencari pegangan hidup terlebih dahulu sebelum aku dapat menggemgam apa yang ku inginkan. cinta mungkin bukan sahabatku kai ini.

semoga banyak kejadian ini memberiku warna hidup, aku tak mengelak jika aku sedih atau apapun karna itu hidup kita berhak memiih bersedih ataupun tidak, toh pada akhirnya semua itu tak dapat kita rubah jika sedah terjadi

FRIEND WHO WAS LEFT FOREVER


Sahabat, kala itu masih sangat ku ingat saan aku pertama bertemu denganmu. Sebuah kost di pojokan kota, kost kecil para mahasiswa rantau dari jauh dari plosok yang mencari ilmu. Aku masih ingat betul kala itu ku belum mengenalmu, kita masih sungkan dan saling memanggil dengan sebutan "mas” begitu sapaku saat meminta sebuah file lagu di laptopmu. Dwi Ariyanto Nugroho namamu, sebuah pertemuan denganmu, sahabatku teman terbaikku. Mahasiswa unirow TPL.
                Perkenalan kita semakin baik sebagai teman kala itu. hingga salah satu temanku mengajakmu bergabung di sebuah ormas bernama GMNI, sebuah ormas yang berasas marhaenisme di mana ideology pancasila yang membuat kita menjadi saudara seperjuangan saudara perjuangan saudara dalam berbagi mimpi ataupun apapun juga. Setelah kau bergabung dengan GMNI serasa aku memiliki teman baru yang bisa aku ajak bicara. Satu2nya teman di organisasi yang nyambung ketika aku harus berbiara teknologi. Bukan hanya itu kita sudah seperti saudara sendiri terlalu banyak kenangan yang engkau tinggalkan.
                Ingatkah kawan ketika pertama kali aku menginisiasi mu di acara diklat itu. Kala itu aku adalah seniormu dan kamu juniorku, tapi seiring waktu kita belajar bersama, tertawa, berjuang, berteriak lantang di depan penguasa yang menentang keadilan, ingat kan kau kawan? Ingatkah kita sama2 menerpa dingin malam?, lapar dan tak punya tujuan. Ingatkah saat kita jatuh dan tak menganggap roda nasib itu berputar. Masih juga kuingat ketika cinta tak berpihak pada kita, atau bahkan saat kita harus memaksa tubuh ini untuk berjuang dan belajar dalam kondisi yang sangat sulit.  Mati-matian berusaha untuk sebuah revolusi di hidup kita, berjalan gontai kesepian bersama-sama, mencoba hal baru....arrrrgh terlalu banyak yang ingin aku tulis tentangmu. Tapi kenapa aku menangis mengingatmu. Bukankah kita tak pernah memikirkan ujung jalan ini,,, tapi kenapa kini kau pergi kawan
                Jauh kawan, sangat jauh jalan yang telah kita tempuh bersama, dan masih jauh juga seharusnya jalan yang nantinya harus kita telusuri. Kita pernah bermimpi kawan, mimpi indah saat kita di ambang ketidak tahuan. Mimpi manis di kala pahit sama2 menemani lidah nasib kita.
                Masih selalu terbayang saat2 hanya kamu sahabatku yang selalu menemaniku di kala hati ini gundah karna sesuatu tak selalu menjadi seperti yang kuharapkan. Hanya kamu yang kuingat sahabat, selalu disisiku. Selalu kamu, kamu sahabatku yang paling mengerti dan bisa selalu ada untukku.
                Hanya kamu yang memahami semua keluhku, tapi saat kamu membantuku aku malah salah mengerti, aku marah padamu yang seharusnya aku tak kulakukan. Aku sangat menyesal kawan kenapa di saat terakhir kita tak bertegur sapa. Aku yang sangat menyesal sangat ku ingat sore itu terakhir kali kau sapa aku. “mau pulang put?” dengan ketus ku jawab “iya”......andai saja waktu bisa ku ulangi. Aku akan meminta maaf padamu, aku terlalu bodoh. Kini hanya sesal yang ada di dada....
                Tak lagi bisa kujumpai canda tawamu, tak lagi bisa kudengar cerita2 konyolmu, tak lagi ku dengar hapemu yang memutarkan lagu2 korea itu, tak ada lagi yang memintaku untuk membetulkan fleksible w395nya, tak ada yang bercanda tentang cewek yang menolaku saat kita ngopi....ya Tuhan sesingkat inikah persahabatan kami??? Saat aku mengakhirinya dengan sesal.
                Aku ingin menyampaikan maafku yang terdalam untuknya ya Tuhan. Sampaikanlah maafku padanya ya Tuhan, lindungi ia disisimu, berikan tempat terindah untuknya ya tuhan. Kamu adalah sahabat ku “DWI” the best friends ever.

DFA

DFA (dance floor anthem)

adalah band dari jrsc club tuban awalnya band ini terbentuk secara tidak sengaja dari penggabungan 3 kumpulan fans jrocks dari wilayah tuban menjadi satu club jrockstars tuban. awal mu7lanya band kami memang hanya mengcover lagu2 jrocks ini benar saja karena saat itu band kami adalah ujung tombak di acara2 fansclub music di kota kami ketika ada evend festival band. secara tidak sengaja kami sesama fans jrocks kumpul2 di studio, awalnya iseng siapa yang bisa main band. lalu kami melakukan jamming session. waktu itu Puguh Rahardian (RT) sebagai vokalis dan gitaris, Putra(mpek2) sebagai gitaris, andri putra pratama(putro/saya sendiri) sebagai bassist dan dwi okta(pecoz) sebagai druumer, awal mula dari band ini. tak sengaja ternyata kami cocok baru pertama kali latihan kaimi sudah bisa beberapa lagu jrocks seperti tersesal, selamat tinggal kekasih, hanya aku, falling in love, meraih mimpi dan lainya, hampir semua lagu kami bisa kami mainkan dengan baik.

dari atas kiri-ke-kanan pecoz, putro, mpek2
 bawah RT
awal formasi berempat inilah yang akhirnya menjadi formasi baru resmi pertama band jrockstar tuban. kami sering ngeband bareng, karna kami adalah fans dari band2 j-rocks maka lagu yang kami bawakan adalah lagu bergenre japan. seperti jrocks dan laruku.ketika itu kami memulai mimpi kami, bermain dari panggung2 kecil dengan mengcover lagu j-rocks. tapi ketika itu mpek2 harus meninggalkan formasi band dikarenakan harus pindah keluar kota untuk kuliah. akhirnya kami main ber 3 hampir selama 2 bulan. ketika itu datanglah Subur, seorang gitaris bergaya blues yang bisa di bilang handal. Subur masuk menggantikan posisi mpek2 sebagai gutaris. band kami pun berlanjut. bahkan berkat bergabungnya subur band kami mulai di perhitungkan di kota kami




paling kiri Subur
kami manggung dari panggung ke panggung mulai mendapat sedikit respon dari kawan2 fans lain juga. musik kami menjadi tidak asing lagi, inilah kami sekelompok fans fanatik j-rocks
tapi tak sampai 1 tahu Suburpu harus meninggalkan formasi band kami. dikarenakan dia harus bekerja, band kamipun menjadi 3 formasi RT (sebagai gitaris dan vokalis), Putro(sebagai bassist) pecoz ( sebagai druumer). Kami mulai membawakan beberapa lagu alternativ seperti greenday dan band2 lainya, walaupun masih sering membawakan lagu j-rocks dan laruku. walau ber tiga kami selalu berusaha solit seperti apapun masalah yang datang. kami sering menggaransement lagu, pengalaman juga bertambah seiring perjlanan band kami yang sudah 2 tahun.







seiring berjalanya waktu band kami akhirnya mencoba untuk mengganti aliran kami, ya memang beberapa masalah terjadi, seperti mulai jenuhnya beberapa anggota dengan lagu itu2 saja. akhirnya kami memutuskan mencoba aliran punkmodern dan screamo. kami kedatangan vokalis baru Tommy VIkiyansyah(tomcroz) sebagai sceamo dan lead vocal baru kami. band kami juga kedatangan keybordis baru Dinda yang tidak lain kekasih dari RT gitaris kami(walau dinda paling tidak suka di dokumentasikan) . dengan formasi baru inilah kami mulai mengulik lagu2 baru yang asing buat kami dengan hadirnya tomy yang menambah referensi kami.

dinda sbg keyboardist



tengah tommy







ya kami mulai aksi dari panggung ke panggung membawakan lagu yang lebih dark dan keras, berteriak lantang dalam kepedihan. DFA memiliki formasi baru RT(gitaris), Putra(bassist/backing vokal), pecoz(druumer) tommy(lead vocal/screamer) dinda (keyboardist). kami sering ikut festival sini situ. kami juga sering bertengkar, tapi di balik itu semua banyak kenangan dan pengalaman yang kita dapat.
sebagai teman dan sahabat.....belajar mengejar impian semu kami.

kini sudah 3 tahun DFA terbentuk, kami memang jarang main sekarang karna kesibukan masing2 dari tiap anggota, tapi aku yakin suatu saat kita pasti bisa kumpul dan bermain musik bareng lagi






KLISE MASA LALU

setia orang pasti mempunya masa lalu dan kenangan, kenangan buruk ataupun indah. begitu pula aku, dalam hal ini kenangan terhadap orang yang kita sayangi. kenangan ketika kita pernah mencintai setulus hati, dimana perasaan cinta tumbuh walau akhirnya juga akan mati.

hal ini aku alami ketika aku pulang ke blora, sebuah kota kecil kampung halamanku. aku pulang ketika ada libur kulia. hal ini biasanya aku lewatkan dengan teman dekat ku, semua teman kecilku yang kini beranjak dewasa, termasuk "dia" cwewek yang pernah ku suka selama 10 tahun. sekarang amemang aku sudah mengubur semua rasa itu, aku juga sadar dia sudah memiliki pasangan hidup. dia bagiku kuanggap teman saja sekarang, kami masih menjalin hubungan baik. kami malahan menjadi sahabat, meski kami hanya bertemu saat liburan saja. aku sering bersamanya, bermain dan berkumpul. buatku semua itu tersa sangat biasa saja memang.

walaupun jujur untuk melupakan rasaku padanya aku sampai harus merepotkan teman2ku, mereka sepakat untuk mengabari aku melalui mulut bukan sms ataupun telepon. aku masih ingat itu desember kelam hari itu hujan saat temanku rio mendapat tugas dari teman teman untuk mengabariku jika dia( cewek yang ku suka) telah memiliki hubungan khusus dengan lelaki lain, kenapa aku sangat khawatir. karena aku tau dia tipe cewek setia, jika sudah memiliki pasangan akan bertahan selamanya, lagi pula pacarnya adalah orang baik. sialnya aku selalu suka cwek baik yang setia, tetapi sangat imposible ku raih dengan keadaanku sekarang. ibarat bisa lihat buah kelapa di pohon tapi tak bisa memanjat. dan aku jatuh sebelum memanjat. terima kash untuk semua yang sudah membantuku berdiri walau kini aku jatuh lagi

hari itu kami seperti biasa berkumpul layaknya acara2 rutinan kami biasanya. tapi entah kenapa suatu kebetulan aneh terjadi, saat dia mengeluarkan sebuah hape nokia sederhana yang jadul tanpa sengaja aku juga mengeluarkan hape yang sama dengan tipe dan warna yang sama. aneh sedikit tapi bisa juga kebetulan.
sesaat aku berfikir apakah ini pertanda, plak salah satu teman menamparku...oh berarti tidak.

lain cerita, saat kami jalan2 tak sengaja aku berjalan di belakangnya, ku pandangi dia caranya berjalan, bergurau, dan berbicara masih selalu sama seperti dulu seseorang yang pernah kucinta. sejenak terpikir harusnya dia menjadi kekasihku sekarang, sebuah mimpi indah yang akhirnya terganggu suara klakson mobil di pinggir jalan. sesaaat hatiku goyah, seperti klise masa lalu, membuka lembar foto berdebu dari tumpukan barang di gudang ingatanku. sesak sebentar. karna aku sadar dia hanya sebuah masa lalu

biarlah berlalu engkau yang pergi

semua berusaha ku lupakan seperti semakin jauh aku meninggalkan blora kembali ke tuban. ku gas motorku secepatnya agar aku tak berhenti di persimpangan yang dulu lagi

AKHIR


Hampir selesai, apa yang aku lalui selama ini sepertinya akan berakhir segera. Sudah cukup aku Cuma bisa sampai di sini saja, aku sudah mencapai batasku. Sayangku padamu tak berarti habis hari ini saja, sayangku padamu akan selalu ada. Tetapi cukup rasa saja, rasa ini sudah cukup. Aku lelah akan usahaku kepadamu biarlah jika usahaku tak pernah sampai kepadamu asal doaku untuk bahagiamu selalu mengiringi tiap langkahmu. Kamu adalah wanita yang luar bisaa, aku tak peduli dengan kata siapapun tentangmu bagiku begitulah dirimu. Wanita yang pernah kukenal, keindahan yang paling indah yang pernah kutemui. Kamu alihkan mimpiku kamu memang tak menyentuhku tapi tahukan kamu tatapan matamu sudah cukup membuatku bermimpi setinggi nirwana. Kamu memang sebuah mimpi, mimpi di tidurku, di hidupku, dan matiku. Dan kini biarkan aku berusaha bangun dari kamu agar aku tahu dan mengerti apa itu cinta.
Masa lalu adalah kenangan, kenangan yang kudapat darimu walaupun kamu tak tahu. Aku selalu mencintaimu menyayangimu sepenuh hati. Walau akupun sadar jika ini hal mustahil. Biarkan anganku saja yang memuaskan cintaku padamu. Biarkan anganku saja yang bersanding dengan indahmu. Karna aku memang seorang yang tak memiliki apapun saat ini untuk kuberikan padamu selain janji dan mimpi. Hanya sayang yang bisa kuberi, tapi sekali lagi aku tahu ini dunia nyata bukan mimpi oleh sebab itu aku tak pantas untukmu. Kamu adalah bidadari yang cantik ciptaan sempurna dari-Nya, selamanya takkan bersanding di sisi iblis sepertiku. Biarlah aku tersesat dan biarkan aku mengingatmu di kala hujan agar aku selalu tahu “akulah yang selalu mencintaimu.” Ijinkan aku tersedu di ruang rinduku padamu di sisi pojok mimpiku yang kosong dan dingin tanpa bias cahaya tapi pastikan setitik cahaya ini menusukku cahaya cintaku yang buntu padamu. Terimakasihku yang terdalam untukmu yang selalu baik kepadaku selama ini
Saat nanti kau bersanding dengan cintamu katakanlah bahwa "kau mencintainya" agar aku yakin jika saat berat menerpamu kau selalu ingat itu, dan aku bisa tersenyum jikalau kau bisa melaluinya. Alasan kuatmu mencintainya sepenuhnya benar, karna kamu sudah membuat pilihan. Biar aku saja yang tahu aku cinta padamu biarkan aku saja yang mati disini di sudut pojok mimpiku. Asalkan kamu bahagia, lagipula aku bukan siapa-siapa aku hanya pecundang bodoh yang tak berani berkata padamu. Aku menyadari takkan bisa kugapai langit itu, dimana kulihat kamu bermain di awan. Aku hanya bisa melihat bayang megamu, merasakan dingin pelukmu di kala hujan, dan belaimu di kala badai.
Sayangilah orang yang menyayangimu sekarang orang yang kau cintai, doaku untuk kalian. Doa seorang yang hanya melihat di sisi gelap cahaya yang menerangimu, yaitu aku. Anik maafkan semua salahku padamu selama ini, maafkan aku yang bermimpi tentangmu. Dan terimakasih telah memperlihatkan apa itu cinta kepadaku. Walaupun tak tersanpaikan tetapi semua itu adalah pelajaran untuku.
“Tuhan ajarkanku untuk melupakanya, dan bahagiakanlah hidupnya. Terangi indahnya jauhkan ia dari semua yang dapat melukainya”
Hujan turun, debur ombak, hangat tatap mata, senyum terindah, laku warnamu, kiat usaha. Terimakasih untukmu…terimakasih banyak Anik Listiyowati

Almost Resolve

Every sad story always end with a suicide

Satu minggu ini adalah seperti hal mustahil sekali untuku, hal ku jauhi ku coba dekati lagi walaupun aku merasa takut sekali. Entah sejak kapan setiapkali ku dekati dia rasa takut selalu memnghampiriku, seperti phobia, sangat dingin mencekam ketika aku dekat dengannya oleh sebab itu aku selalu memncoba menjauh. Tapi entah kenapa aku selalu ingin menyiksa diri dengan mencoba dekat denganya lagi, seharusnya aku tak begitu harusnya aku bisa menjadi manusia yang mampu pindah dan melupakan sesuatu yang semestinya tidak pantas ada dalam benaku.
Di mulai dengan rasa penasaranku akan dia yang selama ini tak ingin aku hadir dalam hidupnya kupikir. Aku bingung dan aku penasaran maka ku coba untuk menghubunginya lagi melalui secarik sms “malam” begitu sapaku yang mana sudah lama sekali ku putuskan tak mau menghubunginya lagi sampai hari ini, dia menjawab yang mana sangat tak kusangka akan menjadi suatu percakapan singkat. Hari berikutnya aku bertemu denganya tetapi aku masih tak berani menyapanya memang aku bodoh sekali, seperti ada rasa takut akan tersakiti bila aku di dekatnya bukan karna dia tapi karena perasaanku yang sangat kuat padanya yaitu “harapan.”
Entah karena ada suatu kejadian apa pasang surut yang dia biasa terapkan padaku yang mana selalu kadang baik kadang jahat bodohnya aku selalu saja tidak bisa menolak rasa ini. Hari ini dia baik padaku menyapaku walau hanya dengan sebuah lemparan korek api ke arahku. Aku sengaja tak menghiraukanya tapi selalu ada tapi jika itu tentangnya. Ku coba beranikan berbicara padanya setelah agak lama sekitar beberapa bulan aku tak bicara padanya. Rasa canggung dan takut selalu membayangiku selalu saja begitu. Tapi itu adalah awal dari mula dari mendekatnya diriku padanya.
Awal masuk kuliah semester 6, sakit sekali rasanya kalu di ingat aku masih saja satu mata kuliah denganya, kata orang kalo jodoh pasti ketemu lagi begitu, tapi buatku ini ketemu bukan karena jodoh kebetulan saja kami teman 1 kampus yang sama jurusan dan semester bahkan urutan nama mahasiswa kami dekat seperti absen satu dan absen dua tapi kenyataanya kata JODOH jauh sekali dari nasibku padanya. Aku coba mendekatinya dengan susah payah aku datang padanya dengan harapan “sekali lagi HARAPAN” yang nantinya akan berakhir seperti biasanya kupikir, sedangkan hatiku selalu saja tak menyadari hal itu sehingga aku selalu saja datang padanya seolah menyerahkan diriku pada setan yang akan membunuhku nantinya. Menyedihkan bukan.
Dan sialnya lagi entah kenapa dimana aku sudah hampir menyerah seperti ni tiba-tiba dia baik padaku, baru kali ini aku merasa dia butuh aku. Dia memintaku datang padanya kali ini aku datang padanya kami mengobrol santai bercerita di bawah sinar bulan. Malam itu kami bersama, aku merasa ini seperti mimpi. Akan tetapi tiba-tiba dia menghubungi pacarnya, aku baru sadar ternyata dia sedang ada masalah dengan kekasihnya. Huft… aku tahu juga malam itu dia meminta kekasihnya untuk datang dan berbicara padanya. Akhirnya kuputuskan untuk pergi ternyata hari itu aku kecewa pada diriku lagi yang mana masih saja bermimpi. Aku pergi tak berapa lama kekasihnya datang. Selayaknya film-film di bioskop serasa flashback ke ingatan-ingatan dahulu sepertinya aku harus melupakanya. Melangkah menjauh, isyarat sifatnya lagi-lagi inginkan aku menjauh.
Esoknya dia menghubungiki mengatakan hubunganya baik-baik saja. Sejatinya harusnya aku mengatakan ikut bahagia dan memang itu yang kukatakan. Dalam hati aku menangis sangat menyedihkan kisahku ini hanya bisa bermimpi. Ya tuhan jika dia (anik listiyowati) memang jodohku maka satukanlah kami, jika tidak maka tunjukan jalanku ke hati yang lain.

The Tormented My Live As a Coward Part 2

Ini adalah kisah lanjutan dari kisah sebelumnya, masih bercerita tentang kegagalan akan cerita kisah cintaku yang tak pernah berujung baik. Masih seputar wanita luar biasa yang ku temui dulu ketika awal masuk kuliah. Kali ini yang akan aku tulis adalah tentang bagaimana yang terjadi setelah kejadian dimana aku memutuskan untuk menjauhinya.
Ketika itu semester 4 dia masih saja diam padaku, saat ini aku masih belum tau kenapa dia diam padaku seperti ini. Perasaanku tak karuan. Memang aku mulai curiga dan mengetahui dia punya hubungan dengan seseorang tapi saat ini aku masih belum yakin. Hari hariku masih terus kulalui seperti biasa, berjumpa denganya setiap ada kuliah. Meskipun aku berusaha untuk tak menghiraukanya akan tetapi yang terjadi adalah aku tak bisa mengacuhkan kehadiranya di sekitarku. Aku tak bisa menahan diri untuk tak turut campur kepadanya, selalu ku buat tingkah-tingkah bodoh untuk menarik perhatiannya. Kulakukan bernagai cara mulai dari dunia maya sampai dunia nyata.
Masih kuingat juga kali ini sudah memasuki semester 5 kuliahku, sifatnya semakin jelaspadaku selalu acuh dan berusaha menjauh. Tapi entah suatu keanehan terjadi, tiba-tiba saja dia mulai merespon kepadaku, sering menjawab panggilanku. Dia juga mulai lunak dan mulai seperti biasanya, gadis manis yang slalu ku damba. Begitu baiknya padaku seperti dahulu, dan aku tidak tahu akan sifatnya ini apakah karna sesuatu hal alasan yang pasti aku tank bisa mengerti apa yang ada di pikiranya.
Hari-hariku mulai cerah seperti yang aku inginkan selama ini. Setiap hari kami ngobrol, sms saling bercanda. Seakan aku merasa akan ada sedikit harapan untuku di depan sana.  Kuptuskan untuk mencoba lagi, berusaha membangun usaha baru untuk mendapatkan hatinya. Kulakukan apapun agar aku bisa diingatnya. Berusaha mendekati dan memperhatikan tiap langkahnya, berusaha memperbaiki sifat buruku yang selalu membuat dia marah. Sifatku yang selalu berlebihan menanggapi sesuatu, aku memang bukan tipe orang yang suka menggungkapkan apapun yang aku rasakan dan aku tak mau menutupinya. Sifat inilah yang berusaha aku perbaiki karna sifat ini yang paling tidak ia sukai dariku.
Meskipun begitu ternyata anggapan akan harapanku akan mendapatkan cintanya ternyata salah besar. Aku lagi-lagi di tolak olehnya slalu kuingat kata katanya ini “ jangan menunggu sesuatu yang tidak pasti”  begitulah yang selalu dikatakanya. Tapi aku tak memperdulikanya. Kami semakin dekat dia mengajaku meminta bantuanku begitupula aku juga meminta bantuanya. Saat itu adalah hari terindah dalam hidupku, aku bisa bersamanya selalu serasa aku sangat optimis dalam hidup ini. Karna seseorang yang ku sayang selalu ada di dekatku, memang benar jika seseorang berusaha setulus hati untuk sesuatu yang dia cintai akan menjadikan apapun menjadi mungkin.
Sampai akhirnya aku menyadari hal yang membuatku hampir mati, ternyata selama ini dalam beberapa bulan aku dekat lagi denganya dia sudah memiliki pasangan, yaitu seorang kekasih. Ku paksakan untuk mengetahui kebenaran yang sebenarnya dari mulutnya sendiri, dan ternyata memang benar adanya. Aku hancur kala itu juga ternyata aku tak sadar yang kupikir harapan hanyalah hiburan terakhirku sebelum tamat. Serasa seakan di angkat setinggi langit dan di jatuhkan begitu saja menghempas ke bumi.
Memang aku yang salah lagi-lagi memgharap sesuatu yang tak pasti secara berlebihan sehingga akhirnya aku terjatuh dan sekarat akan kekecewaan dari kegagalan ini. Aku mulai menghancurkan diri lagi, mengeluh dan selalu mengeluh di manapun. Aku tahu dia berniat baik, ingin tetap berteman denganku karna dia tetap ingin berkawan walaupun sudah milik orang lain. Tetapi aku tak bisa percaya akan kenyataan ini dan terus mengharap lebih, kebodohanku yang seharusnya berhenti mengaharap akhirnya semakin menjatuhkanku ke jurang kepedihan dan penyesalan sampi akhirnya aku melukainya lagi. Kini dia menjauh dariku menjalani hidupnya sendiri, begitupula aku tetepi aku masih sangat sayang padanya melihatnya dari jauh memandang dari bayangan dan berpura tersenyum meski hatiku pahit dan sakit tiap aku memandangnya.
Tiap kali ku coba untuk beranjak dari sakit ini tiap kali itu pula aku terjatuh. Merangkak bangun membangun hidup kulakukan dengan sangat berat,  menjalani cerita baru meski selalu memikirkan bayang-bayangnya. Meskipun ada keindahan dan jalan yang lain di depan mataku aku tak ingin melihatnya. Karna Cuma kamu yang selalu aku inginkan wahai sang malaikat “ Anik Listiyowati”.
Entah sampai kapan aku bisa memjadi aku yang selalu sayang padamu aku akan berusaha sampai aku tak mampu sampai ada seseorang yang menemukanku di kegelapan. Aku akan selalu menjadi pemujamu, meskipun aku berusaha baik pada siapapun yang baik kepadaku aku akan selalu lebih baik lagi jika itu untukmu. Semoga kau bahagia nik…doaku untukmu.

Aku masih disini`

the tormented of my live as a coward

            Hari itu saat pertama masuk kuliah. Mungkin akan membosankan pikirku, karna sama sekali aku tak mengharap apapun.  Lalu sampailah di kampus, ospek ketika itu. Perkenalanlah, tugas ospeklah, aturan aturan yang gak jelas intinya. Suatu ketika saat drama pementasan yg memang di selenggarakan oleh ESA dalam rangka acara ospek tersebut, kebetulan aku dapat peran juga. Saat itu ada seoang perempuan, entah aku sadar ato tidak dan pasti aku juga blum mengenalnya, bahkan ku kira dia pacar temanku. Peremppuan yang ku maksud ini mendapatkan peran juga di drama ini, kami membawakan cerita suatu jaman di negri majapahit.  Ketika tampil semuanya biasa saja menurutku, lucu juga saat itu sedikit bisa menghibur. Itulah saat pertama kali aku bertemu dengannya, dan sama sekali aku tak memiliki gambaran akan menjadi sangat rumit buatku.
            Kuliah pun di mulai, awal yang biasa saja dan datar, seperti kegiatan belajar pada umumnya. masuk pulang, dan terkadang ikut kegiatan - kegiatan yang ada di kampus. Suatu hari tak sengaja aku ngobrol dengan dia, ketika itu saat moment masuk setelah liburan hari raya sembari dengan maksud silaturohmi seperti pada umumnya moment lebaran. Saat itu pun aku tak pernah menyangka dan menaruh rasa apapun padanya. Hingga suatu ketika dia datang dan mulai menyapa, meskipun di dunia maya.
            Ketika itu masih ku ingat aku terkadang main sebuah chat forum yg namanya mig33 atas rekomendasi temanku, untuk membuang bosan sekaligus menambah teman. Tiba tiba ada user yg tiba – tiba ngchat, “hai” katanya serentak ku Tanya “siapa” , katanya dia teman ku sekampus bahkan 1 jurusan. Sontak aku penasaran, karna aku memang paling sulit mengingat seseorang apalagi perempuan. Ketika itu kami ngobrol tak jelas, bercanda dan saling berkenalan satu sama lain. Aku mulai berfikir dan menyimpulkan jika perempuan ini memang asik dan seru di ajak ngobrol.
            Esoknya ketika kuliah di kampus, karna rasa penasaranku siapa perempuan yg kenal di dunia maya semalam?, aku memperhatikan semua teman - teman di kelas mencari cirri – cirri yang dia ceritakan semalam, penasaran sekali saya. Lalu kulihat buku daftar nama, tp tak satupun nama yang sama. Lalu dengan sengaja ku tanyakan pada temanku, siapa dia dan yang mana orangnya. Tak kusangka ternya ta temanku tau, memang aku ini teman saja tak tau. Ternya ta dia orangnya, nama yg dia pakai di chat adalah singkatan nama panjangnya ternyata, pantas tak ada di daftar nama, segera kuhampiri kuajak ngrobrol. Saat itu aku meminta no. hp nya, berharap bisa jadi teman ngobrol.
            Setelah beberapa  lama kami saling akrab satu sama lain, dia sering cerita tentang keseharianya, kebiasaanya dan juga kisahnya, bgtu pula aku. Aku benar  - benar kagum pada ceritanya sangat penuh perbedaan denga hidupku yang menurutku biasa saja. Tapi bukan itu yang menbuatku sangat senang, tapi karna  baru pertama kali seorang yg baru ku kenal sudah begitu percaya menceritakan kisahnya padaku. Banyak yang ia ceritakan dari hobinya melukis, kesukaanya pada music dr Sheila on 7 yang menurutku sendiri lagu - lagunya  memang sangat bagus, kesukaanya pada olahraga terutama sepak bola serta dia adalah penggemar berat persija dari bambang pamungkas, bahkan juga makanan favoritnya, coklat. Dan banyak lagi cerita lainya, yang sangat menarik.
            Memang dia suka bercerita tapi, ku sadari jika dia adalah type seorang yang penyendiri, hanya saja ada sesuatu yang entah mengapa membuatku sangat senag jika aku bisa ngobrol denganya. Bahkan di kampus pun sekarang kami cukup akrab, dia sangat baik sekali padaku. Sering menjemputku kuliah, karna memang rumah kami searah. Bahkan terkadaang aku meminta bantuanya, sebaliknya akupun selalu menawarkan sesutu yang mungkin bisa membantunya. Hingga pada suatu sore, ketika itu hujan turun dia mengajaku pulang aku pun mau, karna memang aku nebeng pulang, saat itu adalah saat yg tak bisa kulupakan, rintik hujan yang kurasa menghentikan waktu.  Secara tak langsung aku merasa ada sesuatu yang berbeda yang aku rasakan padanya,setiap kali aku dekat denganya atau melihatnya aku merasa ada yang aneh. Tak seperti bisaanya, aku jadi bertingkah tak sewajarnya, selalu mencoba menarik perhatianya. Apakah aku suka padanya? aku masih belum tau ketika itu
            Semakin lama aku semakin tak bisa menyembunyikan perasaanku padanya, bahkan teman-teman sekelaspun tau. sehingga mereka malah mengira kami dekat, sering mereka mengolok-olok kami. Tapi kukira itu semua hanya guyonan. Dia pun juga tak mempedulikanya, sehingga aku berpikir dia sedikit memberiku harapan.  Tapi ku pikir aku terlalu sangat berharap padanya, aku berharap terlalu tinggi
            Hingga suatu ketika, dia mulai menjauh dariku entah kenapa. Kukira saat itu aku memiliki salah padanya, sedikitpun dia tak mau bicara padaku, sms pun tak pernah dibalas bahkan dia mengganti no. hp nya. Aku berusaha mencari tau kenapa dia tiba-tiba begitu tanpa aku tau kenapa menjauhiku, Saat itu aku juga menyimpulkan apa dia memiliki seorang kekasih yg baru. Setiap aku mendekat dia selalu menghindar, dan yang paling aku ingat ketika aku bertanya kenapa dia diam dan menjauhiku dia menjawab “ aku tak ingin bicara padamu”. Sakit sekali aku tak tahu kenapa, kata-katanya menyayat hatiku, aku termenung tak tau sebab, hingga seorang temanku menyentuh pundaku dan bertanya ada apa denganku, yang sontak mengagetkanku. Yang dengan biasa ku jawab tak ada apa-apa
            Mulai saat itu aku tak pernah lagi bicara ataupun bersama-sama dan dia juga memilih diam menjauhiku dan mengobrol dengan teman lain kalau ada aku di dekatnya. Setiap hari begitu, aku seolah adalah musuh baginya sampah di pandanganya yang harus di bakar agar tak berbau busuk. Kuputuskan saat itu aku mencoba mundur darinya, menjauh. Tetapi selalu saja aku memikirkanya lagi, membuatku tak bisa lepas dari bayangannya. Hari-hari kulalui hanya memandangi wajahnya, seperti pecundang yang kalah dan tak bisa menyentuh kemenangan apapun.
            Semua terasa semakin membosankan buatku sejak saat itu, kuliahpun terbengkalai karna aku selalu berusaha keluar dari jam kuliah dan memilih jam lain yang tak sekelas dengan dia agar aku tak melihatnya karna saat itu terlalu sedih jika ku melihatnya. Nilai-nilaiku turun drastis yang mengharuskanku mengulamg semester selanjutnya. Semua ku biarkan berjalan tak karuan menghancurkan hidupku sendiri. Selalu kulakukan apapun untuk melupakanya dari pikiranku, apapun walau harus menyiksa diriku.
            Hingga pada suatu saat ketik aku iseng membuka mig33 chatku kulihat ada dia, memang ku akui aku selalu meninggalakan email padanya meskipun tak pernah ada balasanya. Ku coba ku ajak chat, tanpa ku sangka dia membalas, meski dengan nada yang kurang mengenakan. Mulailah kami bicara sedikit demi sedikit, lalu dengan mempertaruhkan semuanya aku ungkapkan rasa sukaku padanya di chat itu “aku suka sm kamu.” Lalu dia menjawab “kenapa, knp aku. Apa alasannya” ku jawab “aku tak tahu” di sambungnya dengan kata-kata yg cukup pedih untuku “aku gk bisa, ku gak mau pacaran dulu, aku masih suka dengan mantanku”. Deg, waktu terhenti serasa ingin aku mengulang di saat aketika aku belum bertemu dengannya agar aku tak mengenaknya dan merasakan sakit ini, hancur berantakan hatiku lebih sakit dari aku harus kehilangan apapun juga. aku sudah terlanjur mencintainya, tapi aku tahu aku salah aku bukan siapa-siapa untuknya, aku juga pasti tak memahaminya yang sebelumnya kupikir aku tahu sedikit tentang hidupnya, dan ternyata aku memang tak tahu sama sekali.
            Sampai saat ini tak ada hal apapun yg berubah darinya terhadapku, sifat dinginya padaku selalu membuatku sedih. Meskipun begitu aku selalu mencoba berusaha memahami setiap langkahnya, apapun akan ku usahakan walaupun aku terlihat bodoh sekalipun. Teman-temakupun tak ada yg tahu tentang hal ini, yang mereka tau hanya aku tak berani mengungkapkan perasaanku. Mereka salah aku selalu melakukanya berkali-kali meskipun secara tak langsung, itupun dia selalu menganggapnya sebagai ucapan omong kosong.
            Yang bisa kulakukan sekarang hanyalah diam, sembari mengaguminya, menulis tentangnya, memandangnya, dan mencoba memahaminya lagi. Aku sudah terlanjur mencintainya dengan semua rasaku sulit untuku mengacuhkan senyumnya, usahanya, keuletanya, kecantikan luardalamnya, berat menyingkirkan semua ini. Aku selalu menyayanginya, meskipun tak secuilpun dia merasakannya. Seiring berjalanya waktu aku semakin menyayanginya walau sesakit apapun ketidak pedulianya padaku, tapi justru membuatku semakin saying padanya. entah akhirnya aku akan menjadi pecundang lagi atau ujung jalan yang terang dan kuharapkan menanti, Hanya Tuhan yang tau.
            Yang ku tahu aku selalu menyayanginya, karna dia yang dapat menggantikan hatiku yang memang pernah hancur sebelum ini. Aku sadar jika selama ini aku memang bukan siapa-siapa dan tak memiliki apapun untuk ku banggakan, tapi ijinkan aku menyayanginya ya Tuhan dan berharap dia akan mencintaiku walau ku harus menunggu hingga aku tak sanggup menunggu lagi.

Terimakasih
Untukmu yg mengajariku rasa ini
Anik listiyowati